Rabu, 02 September 2015

7 cara rubah motor jadi lebih kencang dan irit.

7 cara rubah motor jadi lebih kencang dan irit.

 

pada dasarnya, dari produsen sendiri sudah membatasi performa maksimal yang dibutuhkan oleh konsumen. Namun demikian, ada beberapa cara yang dapat ditempuh agar motor pengendara menjadi irit dan kencang. Perlu diketahui, untuk membuat motor menjadi lebih kencang dan irit adalah dua dimensi yang berbeda, karena cukup sulit menggabungkan kedua hal tersebut, namun ada 3 cara utama untuk menggabungkan irit dan kencang menjadi satu, yaitu:

1. Porting Polish

porting polishPorting polish merupakan cara pertama yang dapat ditempuh untuk membuat motor menjadi lebih kencang namun irit bahan bakar sekaligus. Porting polish dilakukan pada bagian head kendaraan, untuk memperlancar proses hisap dan buang pada saat melakukan pembakaran dalam mesin. Proses ini biasanya kurang diperhatikan oleh produsen, karena kebanyakan para produsen mengejar produksi masal untuk menekan penjualan. Porting polish dapat menambah ‘nafas’ dan tenaga motor pengendara, sekaligus membuat proses hisap dan proses buang menjadi lebih efisien.

2. Papas Head

Papas HeadSelain porting polish, pengendara juga dapat melakukan proses pemapasan pada head motor. Proses ini dilakukan untuk memadatkan dan menaikkan rasio kompresi pada motor yang membuat motor menjadi lebih memiliki tenaga. Namun perlu diingat, bahwa proses pemapasan head cukup berisiko, terutama ketika mekanik tidak faham dengan kondisi motor. Oleh karena itu, butuh ketelitian dan penghitungan yang tepat antara posisi head, boring, dan bagian lainnya seperti busi, klep dan seher agar tidak mengalami ‘tabrakan’.

3. Perbesar Klep

Pada motor 4 tak, klep digunakan untuk mengatur proses pembuangan dan proses penghisapan ( in ex ). Dengan melakukan perbesaran pada klep in dan ex, motor akan memiliki nafas dan tenaga yang lebih panjang, dan lebih efisien dalam pembakaran, selain itu pengendara dapat melakukan hal-hal di bawah ini:
  • Pembuatan head dengan jumlah klep yang lebih banyak (3 klep)
  • Penggunaan noken as yang berkualitas
  • Penggantian head dengan sistem DOHC (bagi motor yang masih menganut sistem SOHC Dual Valve)

4. Majukan Timing Pengapian

Timing pengapian dapat dimajukan, untuk mempercepat preses pembakaran, dan menghasilkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik lagi. Biasanya dalam memajukan timing pengapian, anda dapat mengganti komponen berikut ini :
  • CDI; penggunakan CDI dengan kurva pengapian yang lebih maju, atau gunakan CDI yang timing pengapiannya dapat diatur.
  • Koil; koil dapat digunakan untuk memperbesar api yang nantinya akan membakar AFR pada ruang bakar.
  • Bahan Bakar; timing pengapian yang sudah dimajukan, haram hukumnya menggunakan bahan bakar yang beroktan 88 atau premium, hal ini akan menyebabkan mesin menjadi ngelitik dan proses pembakaran menjadi kurang sempurna.

5. Rajin Melakukan Service

Service mesin dan service karburator menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga performa dari motor, dalam proses service. Berikut ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat service motor:
  • Service dan bersihkan karburator dengan tuntas.
  • Bersihkan kerak pada bagian head, klep, dan piston.
  • Bersihkan busi, dan ganti ketika harus diganti.

6. Jangan Gunakan Ban dengan Ukuran Lebih Besar

Ban standar motor yang di rancang dari produsen adalah ukuran ban yang terbaik dipasang atau apabila ingin memperbesar atau mengecilkan ban maksimal ganti ban dengan 2 ukuran di atas atau di bawahnya. Memperbesar ban, tanpa mengganti velg dan peningkatan performa mesin, hanya akan membuat beban mesin menjadi berat dan malah membuat motor akan semakin terasa berat.

7. Mengganti Komponen ECU atau ECM

Komponen ECU atau ECMMotor modern saat ini sudah menggunakan teknologi fuel injection, yang diatur oleh komputer. Itu artinya setiap motor yang memiliki sistem pembakaran dengan menggunakan fuel injection pastilah memiliki ECM atau ECU yang mengatur. Pengendara dapat membeli produk ECM atau ECU aftermartket yang tersedia di pasaran namun sayang, penggantian ECM dan ECU ini masih mahal komponennya akan tetapi memiliki efek yang sangat signifikan terhadap motor.
Bagaimana dengan menggunakan pengirit bahan bakar?
Saat ini sudah banyak alat dan komponen penghemat bahan bakar yang katanya dapat menambah tenaga motor dan mampu menambah keiritan pada motor. Pada dasarnya hal ini dapat berpengaruh tetapi tidak 100%, mengapa? karena kondisi ini dipengaruhi oleh faktor motor itu sendiri tidak semua motor cocok dengan penggunaan alat pengirit bahan bakar. Berikut ini beberapa alasan yang mungkin dapat menjadi pertimbangkan untuk menggunakan pengirit bahan bakar pad motor:
  • Pengirit bahan bakar yang menggunakan komponen listrik, memliki potensi untuk merusak komponen kelistrikan dan mengalami korsleting pada motor.
  • Beberapa pengirit Bahanbakar bersifat adiktif, sehingga ada kemungkinan motor akan ‘sakaw’ ketika berhenti menggunakan pengirit bahan bakar tersebut.
Jika pengendara masih ingin mencoba pengiirit bahan bakar, pengendara perlu memperhatikan beberapa hal di bawah ini:
  • Cek testimony pengguna dari media atau sumber yang kredibel, bukan hanya berdasarkan ‘katanya’ atau ‘menurut dia’ atau klaim dari produsen saja.
  • Apabila ingin menggunakan pengirit bahan bakar elektronik, pastikan dibaca baik-baik petunjuk pemasangannya dan klaim garansi dari pabrik.
  • Selalu perhatikan kondisi aki kendaraan ketika memasang peralatan pengirit bahan bakar secara elektronik.
Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan agar motor dapat menjadi lebih irit dan kencang sekaligus. Mahal? Mungkin saja, karena ketika ingin mengejar performa dan keiritan yang baik pasti banyak hal yang harus di rubah namun sangatlah worthed. Selamat mencoba.

Membaca Kedipan Indikator Kerusakan Injeksi Honda Generasi 4

Teknologi injeksi PGM-FI pada sepeda motor Honda sudah sampai pada generasi ke 4. Pada tingkatan ini jumlah sensornya makin berkurang tapi diklaim memiliki kinerja yang sama baiknya.

Motor-motor yang sudah mengusung injeksi generasi ke 4 diantaranya Honda Supra X 125 PGM-FI, Spacy Helm In PGM-FI dan Vario Techno 125 PGM-FI. Yang membedakan dari generasi sebelumnya adalah dimensinya yang lebih kecil dan jumlah sensornya yang disederhanakan.

Pada generasi sebelumnya ada 6 sensor yaitu; Manifold Absolute Pressure (MAP), Intake Air Temperature (IAT), Throttle Position Sensor (TPS), Engine Coolant Temperature (ECT) atau Engine Oil Temperature (EOT), Crankshaft Position (CKP) dan O2 Sensor. Sedang pada generasi terbaru ini MAP dan IAT ditanggalkan, fungsinya digantikan oleh CKP dan O2 Sensor.

PGM-FI generasi 4 ini juga dilengkapi dengan indikator kerusakan. Sama seperti sistem injeksi lainnya, kerusakan bisa dengan mudah dilacak. Honda menyebut lampu indikator yang menunjukan kegagalan fungsi sensor dengan MIL ( Malfuction Indicator Lamp). Posisinya ada pada panel speedometer.

Kedipan lampu MIL akan terjadi setelah kunci kontak diputar pada posisi “on”. MIL akan menyala selama 2 detik dan akan mati (kalibrasi). “Jika tidak ada kegagalan fungsi sensor injeksi maka lampu akan mati. Tapi jika ada yang tidak beres maka lampu MIL akan berkedip,” jelas Subhan, Manager Service Publication, Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM).

Ada dua kedipan dasar, kedipan panjang dan pendek. Kedipan panjang diartikan sebagain puluhan. Berkedip panjang selam satu kali artinya 10, berkedip panjang dua kali artinya 20. Kalau berkedip pendek satu kali berarti 1, dan seterusnya. Kedipan pendek berlangsung hanya 0,3 detik saja. Sedang kedipan panjang 1,3 detik.

Berikut arti kedipan dan kode kerusakan pada motor-motor injeksi keluaran Honda khususnya generasi ke 4. Kalau lampu MIL menyala langsung hubungi bengkel terdekat ya!

7 Kedipan : Engine Oil Temperature/Engine Coolant Temperature
8 Kedipan : Throttle Position Sensor
12 Kedipan : Injector
21 Kedipan : O2 Sensor
33 Kedipan : Engine Control Module (ECM)

Cara Membersihkan Karburator Motor

Cara Membersihkan Karburator – Karburator pada mesin motor tentu merupakan salah satu komponen motor yang cukup vital. Fungsi karburator sendiri adalah menyatukan udara dan bahan bakar yang kemudian akan disalurkan kedalam ruang pembakaran.
Oleh karena itu sangat penting untuk menjaga karburator dari gangguan zat dan bahan lain yang masuk kedalam karburator sehingga menyebabkan karburator motor tidak berfungsi dengan baik.
Merawat karburator sebenarnya cukup mudah, dengan melakukan pembersihan secara berkala pada karburator motor, akan membuat fungsi karburator berjalan maksimal.
Berikut cara membersihkan karburator motor
Lepaskan Filter Karburator
Tindakan pertama dalam membersihkan karburator motor adalah dengan melepaskan filter karburator yang terdapat pada mulut karburator. Setelah filter karburator terlepas, bersihkan filter menggunakan cairan pembersih dan kemudian keringkan filter karburator sebelum anda memasangnya kembali. Anda juga dapat menggunakan kompresor tekanan rendah untuk membantu membersihkan kerak yang menempel pada filter karburator motor.
Melepaskan karburator
Lepaskan semua baut yang mengikat karburator. Setelah itu bersihkan karburator motor menggunakan kuas sehingga semua kotoran yang melekat dapat terlepas. Gunakan penyemprot bertekanan tinggi untuk menjangkau bagian dalam karburator.
Membersihkan Spuyer
Untuk membersihkan spuyer karburator motor harus dilakukan secara hati-hati. Terlalu ceroboh dalam membersihkan spuyer dapat beresiko merubah ukuran diameter spuyer dan berakibat mesin kendaraan tidak dapat hidup. Gunakan ampelas halus untuk membersihkan kotoran yang melekat pada spuyer motor.
Memasang Karburator
Setelah semua bagian karburator motor telah bersih, pasang kembali karburator motor seperti awalnya. Perlu anda perhatikan sebelum menutup semua bagian karburator, terlebih dahulu anda harus mengatur ketinggian pelampung bensin. Anda dapat menggunakan jangka sorong atau stigmat untuk mendapatkan sudut ketinggian yang tepat pada pelampung bensin karburator. Jika pelampung bensin sudah tepat, segera tutup karburator motor kemudian silahkan anda memasangnya kembali pada kendaraan motor anda.
Merawat karburator motor dengan cara membersihkan karburator secara rutin paling tidak dua bulan sekali dapat membuat mesin motor anda menjadi awet dan tidak gampang mengalami kerusakan.

Stel Klep Motor

Kali ini saya akan membahas cara menyetel katup pada sepeda motor langsung aja simak caranya :

CARA MENYETEL CELAH KATUP SEPEDA MOTOR
Tekanan kompresi di dalam ruang bakar sangat dipengaruhi oleh penyetelan celah katup.Jika celah katup lebih kecil dari standar, maka katup akan lebih cepat membuka, namun menjadi lambat menutup. Akibat keterlambatan menutup ini akan membuat tekanan kompresi menjadi bocor, karena saat langkah kompresi, yaitu piston bergerak ke atas, katup masuk belum benar- benar menutup. Jika celah katup melebihi standar, maka katup akan terlambat membuka dan lebih cepat menutup. Hal ini akan mengakibatkan campuran bensin dan udara yang masuk ke ruang bakar menjadi sedikit. Dan secara otomotis maka pembakaran yang terjadi menjadi sedikit dan menghasilkan tenaga yang sedikit pula, karena jumlah campuran bensin dan udara yang masuk sedikit. Maka dari itu penyetelan celah katup wajib dilakukan untuk mendapatkan tenaga mesin yang maksimal.
Adapun penyetelan celah katup yaitu dengan menggunakan alat yang bernama fuller gauge. Alat ini berupa lembaran plat - plat, yang ketebalannya berbeda - beda sesuai dengan ukuran yang tercantum pada masing plat- plat tersebut. Penyetelan celah katup ini yaitu dengan mengendorkan mur pengunci dan memasangkan fuller di antara celah rocker arm dan katup. Plat dari fuller gauge yang dipasangkan di antara celah rocker arm dan katup adalah plat yang ketebalan ukurannya sesuai dengan standar celah katup dari sepeda motor Anda. Celah katup sepeda motor tidak lah selalu sama, namun biasanya untuk celah katup masuk dan celah katup buang ada yang sama , namun ada juga sepeda motor yang celah katup masuk dengan katup buangnya berbeda. Untuk sepeda motor bebek rata - rata menggunakan celah katup 0,05mm dan untuk sepeda motor laki biasanya menggunakan cleah katup 1 mm. Jadi umumnya untuk sepeda motor bebek celah katup masuk dan buang nya menggunakan ukuran 0,05mm dan celah katup masuk dan buang sepeda motor laki- laki biuasnya menggunakan 1 mm. Namun agar lebih pasti sebaiknya Anda lihat buku pedoman dari tiap - tiap sepeda motor.
Penyetelan celah katup ini harus dilakukan secara berkala, karena celah katup yang tidak lama disetel akan mengalami perubahan celah katup. Mur pengunci biasanya akan mengendor , sehingga celah katup umumnya akan semakin bertambah besar. Gejala yang terjadi adalah jika celah katup terlalubesar adalah timbulnya suara kasar dari dalam blok mesin. Jika terus dibiarkan akan membuat rocker arm dan batang katup menjadi aus, di samping itu mesin akan menjadi sulit untuk dihidupkan.
Langkah penyetelan celah katup:
1. Kunci kontak dalam posisi off
2. Putar rotor magnet dengan kunci socket , kemudian paskan tanda T pada rotor magnet tersebut dengan tanda garis pada tutup bak magnet sepeda motor tersebut.
3. Setel celah katup dengan cara mengendurkan mur pengunci terlebih dahulu.
4. Pasangkan fuller gauge dengan ketebalan yang sesuai dengan spesifikasi celah katup sepeda motor tersebut.
5. Putar baut penyetel, sehingga fuller gauge dapat ditarik dengan sedikit tahanan ( agak berat).
6. Kencangkan kembali mur penyetel .
7. Pasang kembali komponen - kompone yang dilepas tadi. Kemudian hidupkan mesin sepeda motor. Jika celah katup terlalu renggang , maka akan timbul suara berisik dari kepala silinder sepeda motor. Jika celah katup terlalu rapat biasanya mesin akan sulit untuk dihidupkan.
Demikian pelajaran otomotif kali ini , semoga bermanfaat berbagi itu indah :)